
Assalamu'alaikum wr.wb..
10 hari berlalu sejak tanggal 8 yang lalu... ternyata eh ternyata...
Tak disangka sudah 1 tahun lebih tak tengok dan menulis dalam blog ini, walaupun pada dasarnya saya pun masih perlu banyak belajar untuk bagaimana menulis yang baik dan benar walaupun kadang rangkaian kata pun masih berantakan dan sulit mengalir bebas. kali ini saya menghentikan sejenak dari segala kerumitan pekerjaan yang sedang saya kerjakan di kantor saat ini untuk berihlah fikriah tuk mencari inspirasi dan analisa (fiiuh.. dah 2 malam belum pulang ke rumah) (T.T)
Malam yang begitu tenang dengan berbagi fikiran antara menyelesaikan kerjaan dan presentasi acara...
Ada sebuah artikel yang saya temukan ketika saya mencari referensi untuk bahan persiapan presentasi dalam sebuah acara dimana isinya memberikan sebuah pesan, inspirasi sekaligus hikmah dari suatu kejadian. Kejadian ini mirip seperti apa yang pernah saya rasakan, tapi tulisan ini menjadi pertanyaan pribadi, apakah ini suatu kebetulan ataukah ini memang takdir Allah swt, saya harus membaca tulisan ini? (jika pun benar/tidak, berarti Allah swt memberikan skenario terbaik dengan cara-Nya) atau kah ini curcol (curhat colongan) yang saya temukan dalam tulisan tersebut? klo difikir-fikir ini tentu harus ditanyakan kepada penulisnya agar tidak salah faham.
nah artikel itu berjudul hirarki cinta. Sekilas saya melihat judulnya, wah ini pembahasan yang akan rumit dan berat, tapi dari tulisan tersebut saya menemukan sebuah kebanggaan dan kagum yang mau membuat tulisan secara fair (adil) yang menggambarkan Cinta itu dimulai dari satu titik dan meluncur turun menjadi aliran cinta yang berjenjang (dalam tulisan anis matta yang dikutip dari blog). selanjutnya dalam tulisan tersebut disampaikan pendapat penulis tersebut bahwa ketika kita punya rasa, jangan buat orang lain menderita kerusakan akibat cinta kita. Jangan menebar racun-racun yang bisa membuat aliran cintanya mati. Merusak jenjang yang telah digariskan dan mengakibatkan orang lain menjauhi sumber cinta yang seharusnya. Sementara untuk yang jadi sasaran cinta, jangan begitu aja percaya pada kata-kata baik ataupun niat baik apalagi maksud baik. Teliti rasa lah. jawab dulu segala pertanyaan yang menimbulkan raguan dan menjadi acuan pengambilan keputusan (dikutip dari mungildancadas).
Dari tulisan tersebut kembali sejenak saya berfikir memang semua berawal hati dan niat ini bermain. pemicu bisa datang dari segala arah. komunikasi apapun yang dibangun juga jangan sampai disalahfahami jika tidak ada proses tabayun, perhatian yang diberikan juga jangan sampai salah ditangkap besar, bisa-bisa terus melayang tinggi nanti yang ada, bisa-bisa susah turunnya. pokoknya bisa repot berurusan dengan yang namanya kata C-I-N-T-A karena tafsirnya benar-benar beraneka ragam membuat orang kadang lupa daratan, karena ini juga bisa memperlemah jalannya untuk istiqomah dalam jalan -Nya jika tidak disalurkan secara tepat.
Dalam mencari barakatul hayah tentu hidup ini selain mendekatkan diri kepada yang memberikan barakatul hayah juga harus ditopang dengan implementasi aksi serta kontribusi dalam perjalanan dakwah yang ada, dimana pun dan kapan pun kita akan selalu mencari dakwah, karena memanglah kita yang membutuhkan dakwah. Tulisan yang dibahas juga menjadi bagian dari dakwah yang dimana tentunya kita tetap mempersiapkan diri dari kondisi yang tentunya bisa memperlemah pondasi kita dalam berdakwah bergerak.
Berbicara sebuah ketegaran di Jalan Dakwah bukanlah bicara hal yang mudah dalam praktiknya. ujian, tantangan terus hadir. mulai dari problematika internal aktivitas dakwah baik itu gejolak kejiwaan, ketidak seimbangan aktivitas, latar belakang dan masa lalu aktivis tersebut.
Selain itu ada juga problematika eksternal aktivitas dakwah dimana munculah problematika spiritual dan kultural, problematika moral, serta problematika sistemik.
Dalam daya tahan di medan dakwah yang tentunya saat ini, bagi aktivis dakwah jalani adalah mulailah menguatkan dan membersihkan motivasi, berusaha mencapai derajat iman yang tinggi, menggandakan kesabaran, kekuatan ukhuwah yang saling mensupport, dukungan soliditas struktur, dan terakhir yang penting adalah sekali lagi.. Harus selalu memperbaiki persiapan terutama diri dan orang yang ada disekitar untuk meraih kemenangan.
Jadi tegarlah kita semua dalam menghadapi ejekan, menghadapi gelombang fitnah, menghadapi teror fisik, menghadapi manisnya rayuan, menghadapi tekanan keluarga, kondisi kekurangan, dalam kemapanan, serta tegar di puncak kekuasaan. jika kita tegar, tentunya Allah swt akan terus menolong kita, yang penting kita tidak ragu terhadap janji Allah swt yang diberikan. Do your best on the road da'wah
Everyone who fear will flee, each person who love will search, and everyone who loves God will be unfamiliar with other fellow creatures.
(Setiap orang yang takut akan lari, setiap orang yang cinta akan mencari, dan setiap orang yang mencintai Allah akan merasa asing dengan sesama makhluk)
Make you mine the source of goodness, and make good all the painful errors. Indeed you can see what you are doing and be able to hear what you say.
(Jadikanlah engkau sumber tambang kebaikan, dan baikanlah segala kesalahan yang menyakitkan. Sesungguhnya engkau dapat melihat apa yang engkau lakukan dan dapat mendengar apa yang engkau ucapkan)
Semoga hal ini bermanfaat untuk kita semua..
Semoga sukses ... Keep Hamasah !! Fastaqim
(zafi)
