Kamis, 14 Juli 2011

Nasehat Elang Kepada Anaknya




Kau tahu bahwa semua elang hanya pantas sesama elang

Dengan segenggam sayap, masing-masing memiliki kaki singa
Harus berani dan hormat diri, sergaplah mangsa yang besar saja
Jangan bersibuk dengan ayam hutan, burung belibis dan pipit
Kecuali jika engkau ingin melatih kepandaian berburu

Adalah hina, pengecut tanpa berusaha mengeram
Membersihkan paruh kotor dengan mengambil makanan dari tanah
Elang tolol yang meniru cara burung pipit yang pemalu
Akan menjumpai nasib malang
Sebab dialah yang akan menjadi mangsa buruan

Kutahu banyak elang yang jatuh dalam debu di mata mangsanya
Oleh karena, mereka memilih jalan hidup burung pemakan gandum
Peliharalah martabatmu hingga hidupmu bahagia
Selalu geram, keras, berani dan kuat dalam perjalanan hidup

Biarlah ayam hutan yang malang punya tubuh yang langsing
Bangunlah dirimu kokoh setegak tanduk rusa jantan
Apapun kesenangan yang berasal dari kehidupan fana disini
Datang dari hidup yang penuh keberanian, kegiatan dan kecermatan

Nasehat berharga yang telah diberikan elang kepada anaknya
Jadikan tetesan darah kemilauan berkilat-kilat bagai manikan
Jangan kehilangan diri dalam penggembalaan domba dan kerbau
Jadilah dirimu seperti nenek moyangmu semenjak dahulu

Kuingat dengan baik betapa orang tuaku senantiasa menasehatiku begitu
"Jangan bangun sarang di dahan pohon", ujar mereka
"Kita para elang tak mencari perlindungan di taman dan di ladang manusia"
"Surga kita di puncak-puncak gunung, gurun luas dan tebing jurang"
"bagi kita haram menjemput butir-butir jelai dari tanah”
“sebab tuhan telah memberi kita ruang lebih tinggi yang tak terbatas”

Penduduk kelahiran angkasa yang berdiam bi bumi
Di mataku lebih buruk dari burung kelahiran bumi
Bagi elang, ladang buruannya adalah karang dan batu jurang
Karang baginya adalah batu gosok untuk mempertajam cakar-cakarnya
Kau adalah salah seorang anak kebuasan yang bermata dingin
Keturunan paling murni dari burung garuda

Jika seekor elang muda ditantang oleh seekor harimau
Tanpa mengenal takut ia akan membelalakkan matanya
Terbangmu pasti dan megah
Dalam nadimu mengalir darah raja purba puncak-puncak gunung
Martabatmu terangkat oleh kekuatan
Sasaran apapun tak ditampik oleh matamu
Tak boleh meminta dari tangan orang lain kapanpun saja

Baiklah kamu membawa diri
Dan dengarlah selalu nasehat yang baik dan luhur

Inspired work by M. Iqbal
you are all tough fighters life

Sang Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40. Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangatmenyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan. Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu. Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!

quoted
from antonhuang